PPBola.net - THE BEST TIPSTER AND ONLINE BETTING - BANDAR BOLA ONLINE - AGEN BOLA ONLINE - AGEN SABUNG AYAM - AGEN TANGKAS - AGEN CASINO - AGEN TOGEL

Tampilkan postingan dengan label berita kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita kriminal. Tampilkan semua postingan

Polisi Bongkar Prostitusi Gay Modus Pijat Plus-plus via Medsos

Polisi Bongkar Prostitusi Gay Modus Pijat Plus-plus via Medsos
Jakarta - Polres Tanjung Priok membongkar praktek prostitusi gay melalui media sosial. Seorang pria berinisial UK (30) yang menjadi penyedia jasa seks itu diamankan oleh polisi.

"Modusnya, tersangka menawarkan jasa pijit plus atau pijit sensual layanan seksual melalui media sosial jenis Facebook," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, AKP Faruq Rozi dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (27/6/2019).

Kasus ini terbongkar setelah Unit III Krimsus Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan patroli siber. Selain Facebook, pelaku juga mempromosikan jasa seks khusus gay ini melalui aplikasi khusus gay.

"Jadi pelaku ini mengelola akun-akun di media sosial, dia yang menyiapkan terapis," kata Faruk.
Dalam akun tersebut, pelaku menawarkan jasa pijat plus-plus yang dilakukan oleh lelaki. Pelaku juga mem-posting terapis pria dalam akun media sosialnya.

"Jadi ada beberapa akun yang adminnya itu dia. Nanti kalau ada yang tanya pelaku ini memberi nomor WhatsApp," sambungnya.

Tidak hanya bertindak sebagai admin, pelaku juga menawarkan jasa pijat plus-plus oleh dirinya sendiri.

Pelaku ditangkap di sebuah hotel di kawasan Sunter, Jakarta Utara pada Rabu (26/6) kemarin. Atas perbuatanya, pelaku dikenakan Pasal 2 ayat (1) UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kalo suka, share ya ^^,
Share:

Divonis Mati, Otak Penyelundupan Sabu dari Malaysia 'Ngamuk'

INDONESIA - Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman mati kepada Junaidi Siagian alias Edi (37) karena terbukti bersalah sebagai otak penyelundupan sabu seberat 53 kilogram dari Malaysia ke Medan.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Junaidi Siagian alias Edi dengan pidana mati," ujar majelis hakim yang diketuai oleh Morgan Simanjuntak di Ruang Cakra IV PN Medan, Selasa (11/6) sore.
Majelis hakim berpendapat perbuatan Junaidi tidak mendukung program pemerintah untuk pemberantasan narkotika dan merusak para generasi muda. Sedangkan, hal yang meringankan tidak ada.

Dalam persidangan itu, terdakwa lainnya yakni Elpi Darius (49) dalam kasus ini lolos dari hukuman mati. Elpi hanya divonis selama seumur hidup penjara. Perbuatan kedua terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Divonis Mati, Otak Penyelundupan Sabu dari Malaysia 'Ngamuk'
"Karena peran kamu (Junaidi) terbukti merupakan otak (pelaku) dalam kasus ini. Sedangkan dia (Elpi) hanya mengikuti perintahmu (Junaidi), ini berbeda," ujar hakim Morgan kepada terdakwa Junaidi.

Atas putusan itu, Junaidi langsung menyatakan akan mengajukan banding. Sebab putusan yang dijatuhjan majelis hakim menurutnya tidak adil.

"Saya akan banding, Pak Hakim," ujar Junaidi.

Setelah hakim mengetuk palu, Junaidi mengamuk. Dia menuding Jaksa Penuntut Umum (JPU) sengaja menyudutkannya sehingga Hakim menjatuhinya hukuman mati.

"Saya tidak terima, saya keberatan. Kami berlima, saya dihukum mati kenapa kawan saya ada yang dihukum 17 tahun. Ini ada apa," teriak Junaidi.

Dalam kasus ini, Junaidi dan Elpi dituntut mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina. Usai sidang, keluarga Junaidi histeris karena hukuman mati itu.

"Kenapa dihukum mati, Pak Hakim? Junaidi tidah bersalah," teriak salah satu wanita yang merupakan keluarga Junaidi.

Dalam dakwaan JPU Rahmi Shafrina, pada tanggal 29 September 2018, Bang selaku WN Malaysia menelpon Junaidi dan menyuruhnya menyewa kapal boat untuk menjemput sabu sebanyak 50 bungkus ke Portklang, Malaysia.

"Junaidi dijanjikan mendapat upah sebesar Rp 50 juta. Kemudian, Junaidi kembali disuruh untuk menelpon Darwin yang merupakan tekong kapal boat (belum tertangkap)," kata JPU.


Selanjutnya, Junaidi menyewa kapal boat untuk menuju Medan. Saat melintas di kawasan Pancurbatu, mobil yang dikendarainya diikuti petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya mobil pelaku dihentikan petugas di Kecamatan Medan Johor.

Kalo suka, share ya ^^,
Share:

BNN Tangkap Seorang Mahasiswa yang Beli 1 Kg Ganja untuk Lebaran

BNN Tangkap Seorang Mahasiswa yang Beli 1 Kg Ganja untuk Lebaran
INDONESIA - BNN Surabaya meringkus seorang mahasiswa sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya bernama Irsyad Khamami (25), saat akan mengambil paket ekspedisi. Dari tangan Irsyad, BNN mengamankan paket narkoba jenis ganja seberat 1 kg.

Plt Kasi Penindakan BNN Kota Surabaya Kompol Damar Bastiar mengatakan, pihaknya telah mengintai Irsyad selama tiga hari. Namun baru hari ini berhasil ditangkap.

"Kita mengawasi pergerakan yang bersangkutan lebih dari seminggu. Kemudian kita menyanggong selama tiga hari. Mulai hari Jumat malam gagal, Sabtumalam gagal, akhirnya dapat minggu sore ini," kata Damar kepada wartawan di kantor BNN Kota Surabaya, Minggu (19/5/2019).

Sedangkan untuk modus pengiriman, lanjut Damar, tersangka melakukan pemesanan dari jaringan Aceh melalui paket ekspedisi. Irsyad ditangkap di daerah Siwalankerto.

"Yang bersangkutan melakukan pemesanan dengan bandar penjual narkotika jenis ganja jaringan Aceh. Dikirim melalui jasa pengiriman paket dalam hal ini JNE," terang Damar.

"Dan di tengah perjalanan (pengiriman paket) dia minta dikirim ke daerah Siwalankerto tepatnya di frontage road. Di sana kita lakukan penangkapan," imbuhnya.

Damar menambahkan, dari tangan tersangka pihaknya menyita ganja seberat 1 kg dan mempunyai kualitas bagus. Itu dibuktikan dengan bentuk daun ganja kering yang tidak terurai.

"Beratnya sekitar 1 kg. Untuk kualitas cukup bagus. Ini bentuk daunnya juga masih bagus tidak terurai. Bahannya memang bagus," bebernya.

Tersangka mengaku rutin memesan ganja hampir setiap bulan. Selain untuk dipakai sendiri, ia juga mengedarkan di kalangan mahasiswa. Sedangkan untuk pemesanan 1 kg ini, ia mengungkapkan untuk stok selama Lebaran.

"Sudah setahun jualan (ganja). Saya edarkan juga ke teman-teman mahasiswa dengan harga Rp 100 sampai Rp 200 ribu. Kenal jaringan (pemesanan) dari online belinya Rp 1,4 juta tiap bulan sekali," papar tersangka.


"Kalau pesanan ini digunakan untuk stok lebaran. Nggak banyak pemesanan tapi saya utamakan buat saya sendiri selebihnya baru saya jual," pungkasnya.

Kalo suka, share ya ^^,
Share:

Pilot Lion Air Penganiaya Pegawai Hotel Dijebloskan ke Penjara

Pilot Lion Air Penganiaya Pegawai Hotel Dijebloskan ke Penjara
SURABAYA - Pilot Lion Air Arden Gabriel Sudarto alias AGS pelaku penganiayaan terhadap pegawai La Lisa Hotel Surabaya berinisial R, akhirnya diamankan Unit Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, tersangka AGS ditangkap pada Rabu (8/5/2019).

"Ditangkap kemarin. Saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polrestabes Surabaya," tegas Barung pada ppbola.net, Kamis (9/5/2019).

Penahanan yang dilakukan polisi, tambah Barung, setelah adanya dua alat bukti yang cukup berupa rekaman CCTV dan juga hasil visum korban penganiayaan.

"Ada dua alat bukti cukup untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan penahanan," tegasnya.

Lebih lanjut Kombes melati dua di pundaknya itu mengatakan, tersangka AGS dikenakan pasal 351 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan dan atau 1 tahun kurungan penjara.

"Kita kenakan pasal berlapis. Pasal 351 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 335 KUHP," pungkasnya.

Sebelumnya, video pilot Lion Air memukuli pegawai Hotel La Lisa Surabaya viral setelah tersebar dari akun Facebook bernama Sandi Hermawan sejak 1 Mei 2019.

Pada tanggal 3 Mei 2019, korban penganiayaan resmi melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Surabaya dengan didampingi managemen La Lisa Hotel Surabaya. Laporan masuk dengan nomor STTLP/B/440/V/Res.1.6/2019/SPKT/JATIM/RESTABESSBY.

Kalo suka, share ya ^^,
Share:

Anggota Tewas Dibacok, Ketum FBR Minta Pemkot Tertibkan Diskotek Liar

Anggota Tewas Dibacok, Ketum FBR Minta Pemkot Tertibkan Diskotek Liar
"Saya kira ini 'kan kejadian yang salah sasaran, bukan bentrok. Maka kami meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menertibkan tempat-tempat hiburan malam yang liar, yang di dalamnya ada banyak minuman keras yang pada akhirnya bisa membahayakan pengunjung dan warga sekitar yang diakibatkan pengunjung yang mabuk itu," jelas Luthfi kepada wartawan di Hotel Twin Plaza, Jakarta Barat, Kamis (25/4/2019).

Sementara Luthfi mengaku tidak mengetahui akar permasalahan yang terjadi sehingga menimbulkan korban tewas dan luka-luka dari anggota FBR. Ia menyebutkan bahwa anggota FBR yang diserang adalah korban salah sasaran.

"Kalau saya tidak tahu, karena kita 'kan korban dan ini bukan bentrok FBR dengan pihak yang lain. Tapi, FBR adalah korban salah sasaran," ujarnya.

Luthfi menepis adanya dugaan motif perebutan lahan dalam kejadian itu.

"Itu yang harus didudukkan, jadi bukan FBR berebut lahan atau apapun," ujarnya.

Lebih jauh Luthfi mengapresiasi polisi yang telah menangkap 4 pelaku. Menurutnya, tindakan tegas yang dilakukan polisi merupakan langkah yang tepat guna menjaga situasi kondusif pascapemilu ini.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kerja aparat kepolisian yang begitu sigap dan cepat. Sehingga bisa meredam teman-teman yang di bawah, aaya kira ini adalah hal yang baik untuk menjaga situasi tetap kondusif," tuturnya.

Penyerangan terjadi pada Selasa (23/4) dini hari di Jalan Daan Mogot, Tanjung DUren 1, Jakarta Barat. Ada tiga orang yang jadi korban, 2 di antaranya adalah anggota FBR.


"Korban luka 1 orang, yang meninggal satu. Ada dua (korban dari FBR), kebetulan mereka berdua sedang di pos dalam rangka piket untuk jaga kampung mengawal pemilu yang aman dan damai," tuturnya.

Kalo suka, share ya ^^,
Share:

Mayat Berjaket TNI Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Kebun Tebu

Mayat Berjaket TNI Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Kebun Tebu
Mayat pria ini ditemukan di kebun tebu Dusun Balongsono, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Jaraknya sekitar 3 meter dari jalan setapak yang biasa dilalui warga menuju ke sawah. Dari permukiman penduduk, lokasi penemuan mayat berjarak sekitar 50 meter di sebelah selatan.

Kondisi mayat ini sudah tinggal tulang belulang. Bagian kepala mayat sudah menjadi tengkorak. Hanya saja tubuh mayat masih terbungkus jaket berwarna cokelat dan celana motif loreng. Posisi mayat terlentang di cekungan yang biasa untuk saluran air di dalam kebun tebu.

Ketua RT 4 Dusun Balongsono Tari (70) mengatakan, mayat ini pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja yang hendak memupuk kebun tebu tersebut pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Tari sendiri sedang menggembala kambingnya di dekat lokasi penemuan mayat.

"Baru masuk ke kebun tebu mau mupuk, pekerja itu menemukan tengkorak. Dia bilang ke saya, lalu saya ikut melihat. Ternyata benar ada mayat ini," kata Tari kepada detikcom di lokasi penemuan mayat, Kamis (25/4/2019).

Sebuah sepeda motor yang diduga milik korban juga ditemukan di sekitar lokasi penemuan mayat. Sepeda motor Honda Astrea Prima nopol S 3576 NG itu berada di tepi kebun tebu yang sama. Jaraknya hanya sekitar 10 meter di sebelah selatan penemuan mayat.

"Sepeda motor ini saya temukan Bulan Januari lalu. Sempat saya kira milik pekerja kebun, tapi saya biarkan sampai tiga hari di lokasi, tidak ada yang ambil. Akhirnya warga sepakat menitipkan sepeda motor itu di rumah Kepala Dusun Balongsono," terang Tari.

Mendapat laporan dari warga, Tim Identifikasi Polres Mojokerto Kota dan sejumlah anggota Polsek Jetis datang ke lokasi penemuan mayat. Petugas memasang garis polisi untuk menghalau warga yang datang menonton.

Selain itu, polisi juga melakukan olah TKP dan mengidentifikasi mayat tersebut. Kapolsek Jetis AKP Subiyanto menjelaskan, mayat di kebun tebu tersebut berjenis kelamin laki-laki.

"Mayat sudah berbentuk tengkorak, tinggal tulang belulang. Memakai jaket TNI dan celana loreng," ungkapnya.

Mayat pria ini dievakuasi ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto untuk divisum. Polisi juga mengamankan sepeda motor yang diduga milik korban ke Mapolsek Jetis.

"Dievakuasi ke rumah sakit untuk visum," tandas Subiyanto.

Kalo suka, share ya ^^,
Share:

4 Pria di Tangsel Keracunan Usai Minum Kopi Keliling

4 Pria di Tangsel Keracunan Usai Minum Kopi Keliling
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho membenarkan adanya kejadian pada Sabtu (20/4) kemarin. Polisi masih menyelidiki kasus itu.

"Korban (adalah) pegawai pertokoan di sekitar lingkungan Alam Sutera," kata Alex saat dihubungi detikcom, Minggu (21/4/2019).

Para korban saat itu sedang beristirahat. Mereka kemudian meminum kopi dari pedagang keliling.
"Diduga kuatnya (habis) minum kopi," imbuhnya.

Polisi belum bisa memastikan apa yang ada di dalam kopi yang menyebabkan para korban keracunan. Sementara para korban saat ini masih dirawat di rumah sakit.

"Kami masih akan melakukan pengecekan ke RS Omni," tutur Alex.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, keempat korban tidak sadarkan diri tertidur di jalan. Salah satu korban mengalami kejang-kejang dan mulutnya berbusa.


Tidak jauh dari lokasi keempat korban itu terdapat satu gelas plastik berisi kopi. Ada juga satu plastik berisi cairan berwarna cokelat pekat.

Kalo suka, share ya ^^,
Share:

Kriminolog Sebut Pemutilasi Mayat dalam Koper Ada di Sekitar Korban

Kriminolog Sebut Pemutilasi Mayat dalam Koper Ada di Sekitar Korban
Melihat hal ini, Kriminolog dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya Kristoforus Laga Kleden mengatakan dalam teorinya, ada kemungkinan pelaku akan kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.

"Tapi pada dasarnya seseorang yang biasanya melakukan kejahatan, pada saat bersamaan atau selang beberapa saat kemudian dia akan kembali TKP (Mayat dalam koper) di mana terjadinya kejadian tersebut,"

Kristoforus menyebut lokasi kejadian bisa saja di rumah korban atau TKP pembunuhan. Dia menambahkan secara teori, pelaku pasti ada di sekitarnya.

"Yang mana sesungguhnya kalau polisi belum menemukan siapa pelakunya, secara teori ternyata bahwa si pelaku itu ada di sekitar lokasi kejadian. Katakan saja lokasi kejadian ini korban ini berasal dari mana, rumahnya di mana, paling tidak bahwa si pelaku ada di sekitar situ," jelasnya.

"Pelaku berkutat di sekitar situ. Tidak mungkin pelaku berada di lokasi di mana dia membuang kotak atau koper yang berisi mutilasi tadi. Tapi di mana tempat tinggal korban, pelaku itu biasanya berkutat di sekitar situ," imbuh Kristoforus.

Saat ditanya apa alasan pelaku kembali ke TKP ? Kristoforus memaparkan jika pelaku biasanya akan penasaran dengan respons keluarga dan masyarakat sekitar saat kehilangan korban maupun harta bendanya.

"Karena dia akan kembali melihat di sekitar situ dengan pertanyaannya begini apa reaksi masyarakat setempat kalau misalnya korban itu kehilangan beberapa benda, merasa menyesal tidak dengan kehilangan beberapa motor misalnya. Atau mereka merintih, menangis, menjerit dia ingin melihat seperti itu. Dalam kasus ini kan dia membunuh ya. Dia ingin melihat reaksi orang sekitar seperti apa," pungkasnya.


Penemuan mayat dalam koper, Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB membuat geger warga Blitar. Koper warna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu. Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian kepala.

Kalo suka, share ya ^^,
Share:

Popular Posts

Total Tayangan Halaman

PPBola . Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Label

Histats

LIVE CHAT

Recent Posts